PAP 6: Menjemput Jodoh Impian dengan Ta'aruf

Pic © Dribble
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Mendengar kata Ta’aruf, yang pertama kali melintas dibenakku adalah menikah dengan orang asing. Orang yang sama sekali tidak kita kenal, lalu kita menikah dengannya hanya dalam waktu singkat setelah perkenalan. Awalnya aku menganalogikan Ta’aruf seperti membeli kucing dalam karung, dan berpikir bahwa dalam pernikahan yang diawali Ta’aruf akan dipenuhi perselisihan dan ketidakcocokan. Namun ternyata Ta’aruf punya prosedur khusus yang ‘menjanjikan’, ternyata Allah tidak membuat peraturan yang merugikan kita, Allah tidak mungkin dzolim.
Materi ini diharapkan mampu memberi pencerahan pada remaja dan orangtua yang masih menganggap pacaran sebagai cara terbaik mengenal pasangan. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai Ta’aruf..
Session 6
Pemateri: Ust. Mumu
Materi: Ta’aruf? Siapa Takut!
  • Tujuan Ta’aruf ialah untuk mencari jodoh yang sesuai, sekufu/sebanding, dan diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala. Orang yang boleh melakukan Ta’aruf ialah yang bagus agamanya dan tentu saja yang siap menikah. Ta’aruf jangan dipermainkan dan bukanlah untuk iseng-iseng belaka. Selain itu tujuan Ta’aruf adalah untuk mengasilkan data valid dari calon pasangan berkaitan dengan perilaku, pengalaman, sikap, cara hidup sehari-hari, dll. Ingat! Proses Ta’aruf harus dilaksanakan dengan cara yang baik dan sesuai syariat Islam.
  • Dalam Al-Quran surat An-Nisaa ayat 25-26 dijelaskan: “Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedangkan merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya, dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin kemudian mereka melakukan perbuatan keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampung lagi Maha Penyayang. Allah hendak menerangkan (hukum syari’at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
  • Ta’aruf tentu sangat jauh perbedaannya dengan pacaran, beberapa poin yang membedakannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
  • Jika disimpulkan, perbedaan mendasar dari Ta’aruf dan pacaran adalah niat, cara membangun cinta, dan cara berduaan (berkhalwat). Niat pada Ta’aruf langsung menuju ke pernikahan, sehingga membangun cinta setelah sah dan halal, tidak seperti pacaran yang saling mencintai terlebih dahulu namun belum jelas statusnya malah lebih jelas dosanya. Selain itu Ta’aruf tidak mengenal berdua-duaan sebelum menikah yang justru diwajarkan oleh pasangan yang berpacaran. Pasangan Ta’aruf lebih terjaga kehormatannya dan terhindar dari fitnah, berdua-duaan setelah menikah juga akan mendapat pahala.
  • Model Ta’aruf ada 3 jenis, yaitu:
  1. Jika kita aktif dalam gerakan dakwah/pengajian maka kita bisa mengajukan Ta’aruf pada murabbi/ustadz/musyrif
  2. Jika kita belum aktif dalam pengajian maka bisa meminta bantuan/rekomendasi pada teman yang paham Ta’aruf.
  3. Tanpa perantara; apabila laki-laki punya ketertarikan pada perempuan maka beranikanlah diri untuk menghadap orang tua si perempuan tersebut.
  • Alasan mengapa Ta’aruf menjadi solusi mencari pasangan:
  • Orang yang bergonta-ganti pacar biasanya dicap negatif oleh orang lain, seperti laki-laki playboy atau perempuan dicap sebagai playgirl. Ta’aruf akan menghindarkan kita dari predikat negatif tersebut, dan meskipun Ta’aruf gagal kita sekeluarga tidak perlu menanggung malu karena pada prosesnya cenderung dirahasiakan.
  • Etika Ta’aruf antara lain:
  1. Dilarang berduaan (berkhalwat)
  2. Menahan pandangan
  3. Jangan mendayukan suara
  4. Jangan bersentuhan
  5. Bertemu ditemani mahram
  • Ta’aruf bukanlah jaminan, segala sesuatu dalam rumah tangga tergantung pada kepribadian masing-masing. Bukan berarti menjalani Ta’aruf akan terhindar dari masalah keluarga atau bahkan tindakan terlarang seperti KDRT. Namun percayalah jalan kehidupan manusia sudah diatur Allah Subhanahu Wata’ala, yang penting kita berusaha menghindari dosa berpacaran. Dan resiko permasalahan rumah tangga sebetulnya lebih tinggi pada keluarga yang memulai hubungan dengan berpacaran.
  • Orang yang sedang menjalani Ta’aruf perlu pendampingan, terutama di pihak perempuan. Pendamping ini haruslah mahramnya yang sudah menikah untuk menghindari kesalahan Ta’aruf dimana si pendamping mengalihkan perhatian dan ketertarikan calon pasangan pria, selain itu juga agar dapat memberi semangat dan nasihat berdasarkan pengalamannya sendiri pada si perempuan. Tugas lainnya dari pendamping ialah yang ikut serta apabila kedua calon pasangan akan bertemu, sehingga menghindarkan mereka dari fitnah, pendamping juga dapat membantu menguatkan data/informasi karena lebih bebas berkomunikasi dengan kedua belah pihak maupun keluarga masing-masing.
  • Selain pendamping ada pula pihak perantara, pihak ini nantinya yang akan menjadi ‘jembatan’ komunikasi antara laki-laki dan perempuan yang sedang berta’aruf. Perantara juga baiknya berasal dari mahram pihak wanita yang amanah/dapat dipercaya.
  • Ta’aruf tidak memerlukan banyak persiapan; cukup fisik dan mental lalu membuat proposal/CV Ta’aruf.
  • Tahapan-tahapan dalam Ta’aruf adalah sebagai berikut:
  • Dalam menyusun CV Ta’aruf, janganlah merasa malu atau minder, CV Ta’aruf seluruhnya harus berisi kejujuran dari pemiliknya. Berterusteranglah tentang kelebihan dan kekurangan, seperti riwayat prestasi akademin/non-akademik, atau riwayat penyakit, kekurangan fisik, pantangan makanan, alergi, dan kisah perjalanan hidup lainnya.
  • Poin-poin dalam CV Ta’aruf:
  1. Prolog/Pengantar, berupa kata-kata pembuka dari pemilik CV (bersifat opsional)
  2. Data diri, merupakan poin wajib dan harus dibuat selengkap mungkin, disertai status (single/duda/janda)
  3. Kondisi fisik; tinggi badan, berat badan, golongan darah, dll.
  4. Karakter; meliputi sifat positif, negatif, bakat, hobi, dll.
  5. Riwayat penyakit
  6. Riwayat pendidikan
  7. Riwayat organisasi (diperlukan untuk mengetahui leadership)
  8. Prestasi
  9. Tentang Saya, yaitu rangkuman kisah hidup dari lahir hingga sekarang
  10. Tentang Keluarga, meliputi profil orang tua, saudara, dan kondisi kekeluargaan secara umum
  11. Latar belakang menikah; sebutkan alasan-alasan yang mendasari keinginan menikah
  12. Visi-Misi Menikah; hal ini penting karena banyak keluarga gagal akibat perbedaan visi.
  13. Harapan berumah tangga, seperti rencana tinggal dimana, berapa jumlah anak yang diinginkan, bagaimana kehidupan rumah tangga yang diidamkan, dll.
  14. Kriteria calon pasangan, boleh diisi dengan kriteria yang khusus dan spesifik seperti ‘memiliki tahi lalat di pipi’, atau ‘berkulit sawo matang’. Tapi perlu diingat tidak ada manusia sempurna dan harus disesuaikan dengan diri kita sendiri.
  15. Lampirkan foto terbaru.
  • Tahapan Ta’aruf yaitu:
  • Jika setelah sholat istikharakh justru mendapat keraguan untuk melanjutkan Ta’aruf, maka tidak perlu dipaksakan, berikan jawaban tidak dan memulai proses Ta’aruf dari awal dengan orang lain.
  • Kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi dalam proses Ta’aruf antara lain: (1) Tidak adanya perantara, (2) Mengharapkan yang sempurna, (3) Masa Ta’aruf terlalu lama, dan (4) Komunikasi yang tidak syar’i.
Setelah membaca materi ke-6 ini adakah dari kalian yang masih menganggap bahwa Ta’aruf tidak lebih baik dari pacaran? Aku sendiri usai mempelajari ilmu tentang Ta’aruf merasa sangat menyesal karena sempat meragukan syariat Islam yang tanpa cela dan penuh kebaikan. Andai waktu bisa terulang, aku gak akan pernah pacaran sampai nanti menikah. Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosa kita semua yang masih memiliki pacar. Aamiin Wa Iyyahum.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh 😄

P.S.: Temennya temenku ada yang sukses Ta'aruf online lho! Dia daftar dan buat CV Ta'aruf melalui media Mawaddah Indonesia. Silahkan dicoba. Hehe.

Post a Comment