Tulisan di awal Juni

Halo pembaca setia, selamat tanggal 1 Juni! Selamat Hari Lahir Pancasila! Semoga keunikan ideologi bangsa kita (Pancasila) bisa benar-benar mendarah daging dan membuat setiap warganya menjadi pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan. Semoga juga periode pemerintahan pusat yang akan datang bisa mengembalikan martabat sang Pancasila agar kembali menjadi ideologi yang disegani dan dikagumi bangsa lain, bukan lantas mengabaikan amanat Pancasila sehingga kedaulatan di negeri ini terlihat simpang siur, sekilas seperti komunis, terkadang lebih kepada liberalis.

Negara yang menganut komunis itu salah satunya yang aku tahu adalah China, dimana pandangan komunis adalah memusatkan kekuasaan pada pemerintah yang berdaulat. Pemerintah satu-satunya yang memegang penuh kendali di negara tersebut, terkadang aku lihat negara ini seperti komunis, kalau pemerintah bilang gusur, maka tergusurlah, kalau pemerintah bilang hancurkan, maka dihancurkanlah. Sedangkan liberalis bisa dilihat dari gaya pemerintahan Amerika Serikat, kehidupan masyarakat cenderung bebas, tidak banyak hukum yang mengatur kehidupan seseorang secara individu. Birokrasi atas urusan-urusan di pemerintahan cenderung simple dengan sedikit menteri. Di Indonesia liberalisnya terlihat di gaya hidup saja, orang-orang kita sudah mulai kebarat-baratan dengan mengadopsi kebiasaan dugem, makan fast food, mendengarkan musik barat, menonton filmnya, juga berpakaian seperti orang barat, dll. Well, aku pun tidak mengelak kalau budaya barat itu sudah sangat dekat dengan kehidupanku dan teman-teman sebaya lainnya. Semoga saja ya, pemimpin negara kita yang baru nanti lebih 'Indonesia' dan bisa meng-Indonesia-kan warga negaranya kembali. Aku jadi ingat pepatah "Lebih baik berbahasa Indonesia di negeri orang daripada berbahasa asing di negeri sendiri." Pepatah ini sudah ada dari zaman pejuang kemerdekaan, dan sekarang pasti banyak orang yang kesindir sama maknanya, termasuk aku.


Ngomong-ngomong soal pemimpin, apa kalian sudah menentukan siapa calon presiden yang akan kalian pilih bulan Juli nanti? Sebaiknya tentukan pilihan dari sekarang, mulai dari kenali tingkat pendidikannya, pelajari visi misinya lalu compare atau bandingkan baik-buruk calon presiden tersebut menurut pola pikir atau cara pandang kalian sendiri. Tak peduli meskipun kalian masih mahasiswa atau anak sekolah, tak peduli kalau anda-anda di sana adalah pekerja pabrik atau orang yang awam politik, tapi mulailah jadi warga negara yang revolusioner serta cerdas berdaulat, karena di Indonesia kedaulatan terbesar dimiliki oleh rakyat, maka bersungguh-sungguh memilih pemimpin adalah bagian dari hak dan kewajiban kita sebagai pemangku kedaulatan bukan? Aku juga mahasiswa, masih tingkat 3 pula, tapi setidaknya dengan ilmu akademik dan pengetahuan secara empiris yang aku punya sebagai WNI, aku bisa membandingkan mana yang menurutku lebih baik dari keduanya.

Oke, kita tinggalkan soal pemerintah, ini awal Juni, 10 hari dari sekarang aku akan menghadapi UAS semester 6, harusnya sih saat ini tidak sedang menulis blog, tapi nyatanya aku malah tiduran sambil terus mengetik posting ini. Makin sini tugas besar akhir semester makin susah, biasanya kan tugas dibagi setiap kelompok, semester ini malah per individu. Ditambah hampir semua tugas harus survey lapangan, maklum, namanya teknik perencanaan wilayah & kota, harus sering-sering bersentuhan dengan masyarakat. Ada tugas mata kuliah Property Planning (Perencanaan Properti) yang mengharuskan aku mengidentifikasi suatu kawasan kumuh di Kota/Kab. Bandung, kawasannya ditentuin pak dosen dan sayang sekali aku zonk kebagian di kelurahan Mekarjaya, daerah Gedebage sana. Ada lagi tugas Analisis Finansial, aku harus buat laporan seolah-olah aku akan merencanakan & merancang sebuah usaha properti (misal terminal, pasar, hotel, sekolah, dll) lalu dihitung biaya konstruksi dan untung-ruginya setelah beberapa tahun, lalu tugas Manajemen Perkotaan, ini juga harus survey ke lokasi kajian, berhubung aku memilih topik Urban Renewal atau Pembaharuan Kota maka aku harus mencari daerah yang oleh pemerintah telah direkonstruksi atau direvitalisasi. Sejauh ini yang paling lengkap datanya yaitu program Urban Renewal Kampung Deret di Jakarta, tapi masa aku harus ke sana dalam waktu dekat ini?! Masih ada beberapa tugas lagi yang harus aku cicil, dan hampir setiap tugas memaksa aku mendalami satu disiplin ilmu yang orang lain pelajari secara khusus di jurusannya. Ya Tuhan maaf aku ngeluh, maaf malah tiduran bukannya mengerjakan, pada pembaca blog ini juga maaf kalian harus membaca keluhan yang tidak seberapa dibanding nanti tugas-tugas S2 atau jenjang S3.

Aku gak kebayang kalau penyakit malesnya aku gak dihilangin dari sekarang, nanti pas S2 mau bagaimana membagi waktu sambil kerja? Aku punya rencana yang besar dan aku berharap pencapaianku bisa lebih besar dari mimpi-mimpiku. Orang tua menyuruhku daftar S2 segera setelah lulus S1 nanti, dan aku ingin memperdalam Urban Design, karena dari awal masuk Planologi pun aku cenderung lebih berminat pada penataan kota. Meneruskan S2 di PTN pilihanku, kerja di Kementerian Pekerjaan Umum atau Dirjen Tata Ruang, setelah itu melanjutkan S3 di luar negeri dibiayai kantor sebagai reward kinerja. Duh, itu sih maunya aku banget. Mimpi itu gratis, jangan tanggung-tanggung mimpi yang tinggi, selama itu rasional tidak ada yang mustahil.
Tapi berapa kemungkinan mimpi yang tinggi itu bisa tercapai kalau akunya malah tiduran terus seperti ini? Saat ini belum akan ada penyesalan, masih dalam peluang yang besar. Ya sudah, sampai sini dulu nulis-nulisnya. Tadinya aku ngantuk tapi buka aplikasi Blogger malah jadi nulis sepanjang ini. Jangan-jangan aku bakal jadi Chai Ko-Teng lagi, pemeran utama di film drama Taiwan You're The Apple of My Eye yang malah jadi rajin nulis saat teman-temannya sibuk mempersiapkan ujian akhir dan akhirnya setelah keluar kuliah malah jadi penulis novel. Jangan sampai....!!
Post a Comment