Pertama dalam hidup! Ditelepon orang Taiwan! Uuuuuh I'm speechless~


Entah aku ketiban mantra apa hari ini, tapi barusan sore, saat lagi nyantai baca buku Sherlock Holmes di pinggir jendela kamar sambil iseng-iseng ngecek ponsel, tiba-tiba ada telepon. Seperti kebanyakan cewek bermartabat, sudah sewajarnya aku males ngangkat telepon dari unknown number kayak gini. Tapi berhubung nih ponsel lagi sepi telepon juga dan gak ada kesibukan yang menghadang, aku angkat lah telepon itu..

Awalnya yang kedengeran cuman suara kresek-kresek khas teleponan sama orang pelosok Borneo, seberapa detik kemudian baru lah ada suara ibu-ibu, begitu asing, menandakan bahwa aku baru pertama berhubungan sama dia dan dia sedikit bingung mau ngomong apa dulu sama aku..

Her: “Hallo”
Me: “Ya, hallo”
“Is there Mbak Isma? I was seeing your online shop, I wanna order that one. How about price and delivery fee? I’m now staying in Taiwan. You, Bandung right? I knew there.”

Singkat cerita dalam bahasa Ibu Pertiwi, aku ngobrol sekenanya, wanita karir hebat itu terlahir sebagai Indonesian human being, tapi bekerja di Taiwan, yes maybe she’s TKW, but somehow an ordinary TKW can’t browsing, online Facebook, doing international calls or some online shopping freely and easily. Aku tarik kesimpulan dia kerja di kantoran sana, dari cara bicara kentara sekali kalau dia orang bijak, khas Indonesia yang bilang ‘Mbak’ dan ‘Terimakasih’ di akhir percakapan kita.

In the other hand, durasi 12 menit telepon ini cukup menantang sekaligus membangkitkan harapan aku sama bisnis online shop, terutama hand made shoe, meskipun aku gak tahu si Mbak Taiwan sana bakal setuju atau enggak dengan ongkos kirim yang mahal, tapi setidaknya aku bangga dengan bisnis bermodal iseng ini akhirnya bisa goes to world wide marketplace (yap although I already knew that global through internet and internet introduce global). Apalagi ada kemungkinan si Mbak Taiwan itu menjadi reseller handmade shoe buatanku, amin ya Allah ya Rabbal alamin :’)
Post a Comment