They arms curled around me, hugged me securely while they scream "I miss you, Isma!" in my ear.


"Haaaaaay...! I miss youuuuuu!" gue tersaruk-saruk masuk ke CFC King's Shopping Center sambil menghambur melukin sahabat-sahabat gue yang udah sejam lebih nungguin gue di sana. Seperti biasa, seperti yang sudah-sudah, mereka adalah sahabat gue semasa SMA, seperti yang sering gue ceritakan mereka adalah Hana Triaputri, Raden Miranty Anggraeni, Gitta Wulan dan Nurul Fajri Ramdhani. 

Awal rencana, sepulang kuliah gue mau susulin mereka ke rumah Hana di Jalan Padjajaran, tepatnya di komplek rumah dinas Wiyata Guna, tapi dasar sialnya gue hari itu malah dapet kuliah tambahan, gue pun terpaksa merelakan momen nyalon bareng sama mereka tidak terlaksana. Mira, Gitta dan Nurul sebenernya kuliah di Tasik, tapi karena ketiganya adalah cewek mall, mereka lebih banyak menghabiskan liburan di Bandung daripada di kota asalnya sendiri. And us, gue dan Hana, subejcted them with everything we can give and serve, we could be their partner and shopping guide also. Dan hari itu adalah saat yang telah lama kita rencanakan, reuni. Reuni kecil-kecilan di minggu tenang menjelang UTS semester 2. Eits, tapi... Reuni bukan sembarang reuni. Ada yang beda dari reuni genk rumpi kali ini...
"Hey, genk! Kenalin, nih, pacar baru gue" :3
Yep, gue dateng ke CFC King's Shopping Center bareng sama pacar gue, he named Thossan Pradeptiyana but I rather to call him Beby, why must Beby? Because he's sooooo baby-able, hihi. Terus, kenapa gue bilang pacar baru? Yah karena temen-temen gue bilang gitu, selama apapun lo pacaran semenjak kuliah, tetep namanya pacar baru kalo belum dikenalin ke temen-temen SMA! Okay, lagian gue belum lama kan jadi anak kuliahan.

Awalnya gue malu-malu ngenalin Thossan, mengingat sahabat-sahabat gue adalah orang yang sama-sama tahu kehidupan gue selama di SMA dan dalam benak mereka seharusnya tipe cowok yang bisa bersanding sama gue bukan yang seperti Thossan. Thossan tanpa dijabatin tangannya pun udah ketahuan tipe orang yang bertolakbelakang sama gue, dia pendiem, silent, calm, tipe-tipe yang terima dicerewetin dan gak bisa marah. Untung sebelumnya gue udah cerita sama mereka tentang sosok pacar gue ini. Dan untuk meminimalisir kemungkinan cowok gue mendadak ilfill karena kenalan sama cewek-cewek yang mengidap personality disorder berupa gak bisa berhenti nyeleneh dan ngegosip, gue udah sering cerita tentang mereka dari jauh-jauh hari, dari awal jadian malah.

Finally, hutang gue terbayar, gue ngenalin sosok baru yang hadir setelah gue bukan lagi di SMA, sedikit demi sedikit mendekatkan dua prase beda zaman, membubuhkan kata sambung antara cerita panjang dari siswa ke mahasiswa, menghubungkan rantai gerbong lama dan gerbong baru yang lebih berat. Sekarang, gak ada skat pembatas antara temen SMA dan pacar kuliah, mereka udah saling kenal dan gue gak perlu takut membagi waktu untuk keduanya. Pasti bisa saling ngerti. And the real happiness of that Saturday evening was actually came when you got a hug and a kiss from people who you love so bad, boyfriend and bestfriends, all at once!

Habis nemenin muter-muter di King’s, Thossan balik duluan, gue dengan sigap membaca suasana hati dia yang jadi gak karu-karuan kelamaan jalan sama gerombolan cewek. Setelah Thossan balik, gue dan temen-temen gue cabut ke Jalan Braga buat hunting foto dan nyari tempat rumpi atau istilah bekennya kongkow. “Yuks kita kongkow, Broooo, biar eksis!”




 Who is she? :)

 Me & Hana
Gitta & I



Gitta, Nurul, Me & Mira


Gitta, Me, Mira ^^


beside Nurul ({})
Post a Comment