"dari cinta untuk si hati"

karena kamu sangat tampan, aku bilang "dari mata turun ke hati"
ternyata kamu bisa masak, "dari rasa turun ke hati"
kamu juga wangi sayang, "dari hidung meluncur masuk hati"
senyuman menenangkan, pelukan menghangatkan, "kau tepat mencuri hati"
kiss bathing, aku bilang "kamu lancang mendobrak hati"
saat ini kamu yang paling mengerti, aku yakin "dari cinta untuk si hati"
semakin hari semakin bersemi, "dari hati semakin ke dalam hati"

Sesederhana itu konteks cinta untuk aku, segala yang aku suka dengan mudah masuk hati. Cukup kamu indah seperti ini, tak perlu sempurna, kamu sudah dapatkan satu hati, dan aku tak punya hati yang lain untuk kuberi.
Dalam kesederhanaan dan keterbatasan aku untuk bisa berkorban tanpa keluh kesah, aku bilang “Terimakasih sayang, atas cinta, keindahan, kebahagiaan dan penantian panjang untuk aku. Dengan segala angan dan mimpi, ingin sekali hati ini berjodoh denganmu…”







Post a Comment