mungkinkah cinta bersemi di bawah air kolam? (epidose 2)

Angin berhembus semakin kencang malam itu, sepertinya ingin menerbangkan semua benda di kamar tidur Oriole ke luar melalui jendela, sayangnya Oriole enggan beranjak, dibiarkannya angin itu mengoyak-ngoyak gorden dan membuat gundukan tissue di sudut ruangan berhamburan bak salju raksasa. Oriole terus terisak, tak peduli waktu telah menjelang tengah malam. Terlihat jelas hanya raganya saja yang berbaring tenang, pikirannya yang semerawut justru terdampar di suatu sore...
Oriole memandang kosong ke langit-langit kamarnya yang bertabur 'glows in the dark' berbentuk bintang-bintang kecil, tak lama ponsel di genggamannya menyala menunjukkan ada pesan balasan yang baru saja masuk -klik- Akhirnya kejadian juga, pikirnya. Ia memangku tangan dan menggeletakkan pasrah ponselnya di tempat tidur, berfikir apakah ini nyata atau tidak adalah perbuatan bodoh karena ya jelas-jelas ini nyata bukan?! Kirain gak bakal putus, gara-gara gue juga sih, jodoh gue kayak apa dong ntar? Tak lama, Oriole menghela nafas panjang dan menekan satu tombol, message erased.
Derai tangis semakin membahana ketika kejadian itu terus terulang dan bergulir beberapa kali di benak Oriole, hingga akhirnya stamina gadis ingusan ini terkuras dan rasa lelah membawanya ke alam damai --sementara sampai pagi menyongsong.
 bersambung...
Post a Comment