kehendak Tuhan, gelak tawa pun berubah derai tangis

lebih dari sahabat, teman bercerita, sanak famili, dan guru besar
lebih dari ramah, tangguh, bahkan jauh lebih dari sekadar hebat
memang hanya sesosok kakek, tapi yang bisa melebihi seorang ayah
mengayomi, mengerti, ikhlas dan selalu membantu siapa pun

saat tawa kegirangan berbaur dengan canda dan kebahagiaan sempurna
tidak ada yang mengira kalau seharusnya inilah yang terakhir
sekejap takdir merubah mimik wajah, isak tangis dan raungan terdengar
begitu menyayat, begitu nyata dan tak terelakkan
kaku, kaki ini berlajan dengan gontay dan tertatih
aku rapuh dan kosong,

apa yang ku takutkan terjadi, tapi apa boleh kuperbuat
ini takdir, ya, takdir yang memilukan yang berat untuk dipikul
air mata dengan derasnya membanjiri pangkuan tangan
memanjatkan doa satu-satunya jalan
semoga semua amal kebaikan beliau di alam fana ini diterima oleh-Nya
semoga aku bisa kuat, sabar, dan tabah menghadapi sebuah kehilangan yang abadi

untaian kenangan aku pastikan aman dan tak akan terkikis waktu
hingga kelak nanti aku besar dan bisa membuatmu bangga di sana

Isma sayang banget sama kakek :'O
when will we meet again? where? surely not here :'(
hopefully we'll meet again in God's heaven :)
God blessing you and me, Grandad!
Post a Comment