akhir dari cinta yang abadi

hello diary...
hari ini aku ngerasa seolah 'time goes too fastly',
saat aku terlalu larut dalam kesenangan, Tuhan seketika mengingatkan aku,
pada sosok nan manis disana yang mungkin kini telah benci padaku
pangeran terlucu yang dulu aku peluk dan bawa tidur,
aku menyakitinya, membunuh karakternya dan menganiaya hatinya...
hingga kini semua yang ada pada dirinya berubah 180 derajat untukku
bahkan 360 derajat dua kali putaran... mungkin.

dear diary...
kini aku mencoba bikin hati aku balance, antara logika dan kata hati
seperti seuntai lirik Nidji yang sedang mengalun jernih,
"aku masih berharap, kau yang terindah untukku"
ya, itu kata hati... mungkin selamanya seperti itu
tapi logika adalah yang terpenting, karena hidup tak bisa memaksa bukan?
aku bernyanyi riang, mungkin berlirih untuk sebuah logika tersebut
"Cinta tak akan pernah sama
Tak akan pernah bisa paksa aku
Jangan pernah berfikir itu salah
Masih banyak cinta di dunia"


come on diary...
tolong aku, apa yang harus aku lakukan?
jika harus aku katakan di sini, aku baru sadar
ternyata semua ketidakwarasan berpangkal padaku
tau kah engkau, diary?
dulu dia selalu mau mengalah untukku, mencintaiku meski tanpa balas yang pantas
dulu dia yang selalu mempertahankan tangan kita untuk selalu bergandengan
dia yang masih lugu mampu melawan semua orang yang menurutnya mengganggu
saat semua tindakan ku mulai memuakannya,
aku tahu dia akan segera pergi dari hidupku...

ternyata diary...
saat pikiran indah yang membawaku ke masa depan tanpa dirinya hadir
aku menjelma menjadi manusia suci untuk sedetik
ada tanya,
pantaskah aku tinggalkan dia saat dia tengah terluka hebat olehku?
tak sanggupkan aku mengobatinya terlebih dahulu?
atau bahkan memegang erat tangannya lagi dan berusaha menebus kesalahan?

maybe, diary...
ini pelajaran buat aku
untuk selanjutnya aku harus dewasa...
jika takdir berkata aku harus bersama yang lain,
aku ingin punya pengganti dia di tanggal 9, bulan apapun, tahun berapapun
karena
saat itu aku akan berkata
"eleven for nine"







Comments

Celoteh Gersang said…
isma,
secara teori, dalam setiap kegiatan itu mengandung resiko, dan harus ada sebuah kebijakan untuk menjadikannya balance, namun dalam setiap kebijakan itu pasti ada yang harus dikorbankan besar ataupun kecil itu hanya perhitungannya. berapapun nilainya mau gg mau semua harus bisa di lalui ...! karena rencana merupakan jalan untuk mencapai tujuan yang isma harapkan... be wise honey...
iya mas makasi . aku cuma mikir aja . kalo cuma bisa nyakitin terus pas uda nyakitin bosan dan ninggaling kayaknya ga manusiawi banget mas?! [regard. Isma]
yang pasti2 ajalah pake dunk prinsip jenggot ( di kerok jadi dei )
ooo tapi tetep hati ma manusiawi bukan hewani! emang kalo dipikir gampang mas!?