gempa! gempa!

Kaki gw masih bergetar hebat saat gw ngetik postingan ini, mungkin bisa jadi gw trauma karena gempa kecil beberapa menit lalu.. Oh ghost, lu bisa bayangin gw yang lagi OL santai dan terarah lalu dikejutkan dengan gorden kamar gw yang menari kiri kanan dengan cepat, lalu disusul ayunan lampu gantung di tengah ruangan kamar... tak kurang dari dua detik kemudian gw udah ada di lantai bawah dan berlari menuju musholla tempat nyokap gw berada, baru nginjek lantai musholla gempa semakin kuat terasa dan gw gak sanggup berkata apa-apa! Langsung cabut ke garasi menuju halaman, raungan malam dengan bintang yang minim bikin gw tambah takut, lirik kiri lirik kanan kali aja ada benda yang mau nimpa gw dan tak lama kemudian gempa berhenti. thx a lot almighty God Alloh SWT!

Lalu saat keadaan mendingin sedingin air 95 derajat celcius (*&^%&^$#) nyokap ngasi tahu kalo ini cuma hal kecil dibandingkan hari kiamat, lu tau kan? kata 'kiamat' adalah kata paling hebat yang ampuh bikin bulu kudu gw joget berdiri... Setelah itu nyokap bilang kalo tadi siang dia liat berita yang memberitahukan tentang adanya embrio matahari! (what?!) stop! gw cegah nyokap nerusin, please Mommy I'm scare!

Saat posting ini, penasaran juga apa itu embrio Matahari, mumpung internet masih konek ke Flock, gw searching deh tuh! Dan inilah hasil co-past dari VIVAnews!

VIVAnews - Sebuah calon bintang raksasa dengan massa jauh lebih besar dibanding Matahari di tata surya ini sedang tumbuh dalam sebuah gelembung gas. Gambar embrio bintang tersebut terekam oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA).
Menurut laman stasiun televisi BBC, 6 Mei 2010, citra gelembung gas yang disebut RCW 120 itu dirilis beberapa hari menjelang peringatan satu tahun peluncuran teleskop Herschel ke orbit. ESA meluncurkan teleskop Herschel pada 14 Mei 2009.
Detektor inframerah milik Herschel mampu melihat materi bersuhu rendah yang bisa melahirkan bintang. Citra seperti RCW 120 akan membantu menjelaskan bagaimana proses sebuah bintang raksasa terbentuk.
Calon bintang raksasa dalam citra teleskop tersebut tampak seperti sebuah gumpalan putih di tepi bawah gelembung. Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dan yang paling cerah di galaksi dalam ratusan ribu tahun mendatang.
Calon bintang raksasa tersebut sudah memiliki massa sekitar delapan hingga sepuluh kali lebih besar dibanding massa Matahari, dan dikelilingi begitu banyak material.
Bila lebih banyak gas dan debu berjatuhan di bintang tersebut, objek itu berpotensi menjadi salah satu objek raksasa dalam Galaksi Bima Sakti, dan akan berpengaruh bagi lingkungan sekitarnya.
"Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi," terang ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno, dari Laboratoire d'Astrophysique de Marseille.
"Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi," lanjut Zavagno.
Herschel memiliki kemampuan unik yakni mampu melihat proses fisik yang tidak bisa dilakukan teleskop lain. Teleskop Hubble misalnya, tidak bisa melihat secara detail seperti yang dihasilkan Herschel. (ren)


Post a Comment